Sayangnya, usai pemeriksaan yang dilakukan penyidik PPA Polres, Za yang masih berstatus sebagai saksi terlapor itu bungkam. Ia tak memberikan keterangan ekaimat pun seputar kasus yang menimpanya itu. \"Saya capek,\" singkatnya sembari memasuki mobil miliknya, ketika diminta komentarnya oleh wartawan tadi malam di mapolres.
Sementara itu, Yohannes mengatakan, pihaknya tak bisa berkomentar banyak soal pemeriksaan kliennya tersebut. Dikatakannya, kliennya menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada penyidik polisi. \"Tadi klien kami hanya sebagai saksi saja. Sehingga tidak ada kewajiban didampingi pengacara, jadi kami tadi hanya duduk saja,\" singkatnya.
Kapolres Kepahiang, AKBP Sudarno SSos MH melalui Kasat Reskrim, AKP S Hidayat H mengatakan dalam pemeriksaan tersebut, Za dicecar 71 pertanyaan. Pertanyaan menyangkut seputar laporan korban—sebut saja namanya; Kembang (19). \"Ada 71 pertanyaan. Isinya seputar laporan pelapor dan kehidupan Za sehari-hari,\" ujar Kasat.
Dikatakannya, dalam keterangannya, Za membantah semua tuduhan Kembang. Pemanggilan Za sendiri dilakukan polisi, setelah memeriksa Kembang yang merupakan warga Kelurahan Ujan Mas Atas, terkait KDRT. (505)