Banner HONDA

Divonis Kanker Payudara Stadium 1, Penyintas Ini Ceritakan Momen Paling Mengguncang

Divonis Kanker Payudara Stadium 1, Penyintas Ini Ceritakan Momen Paling Mengguncang

Pengalaman Flavia menjadi pengingat bahwa deteksi dini dan pemeriksaan medis berperan penting dalam mengenali kanker payudara (Paling Kanan), bercerita dalam Bulan Kesadaran Kanker Payudara 2026-istimewa-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Mendengar vonis kanker dari dokter menjadi salah satu momen terberat dalam hidup Flavia Sungkit. 

Saat itu, usianya baru memasuki awal 30-an dan ia baru saja selesai menyusui.

Hasil biopsi yang semula ia harapkan menunjukkan tumor jinak justru mengungkap kenyataan berbeda: kanker payudara stadium 1.

Flavia tak pernah menyangka harus menghadapi penyakit tersebut.

BACA JUGA:Rabun Jauh dan Mata Silinder Sering Tak Disadari, Dokter Mata JEC Ungkap Tanda yang Perlu Diwaspadai

BACA JUGA:Guru Besar FKG Unpad Paparkan Hasil Penelitian dalam SIERA 2026 di Jakarta

Ia merasa sudah menjalani pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun.

Namun, sebuah benjolan keras dengan bentuk tidak beraturan yang ia temukan saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) mengubah perjalanan hidupnya.

“Saat terberat adalah ketika menerima vonis,” ujar Flavia saat berbagi pengalaman dalam kegiatan media & community gathering bertajuk “Every Story is Unique, Every Journey Matters” yang digelar MRCCC Siloam Semanggi bersama Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Bulan Kesadaran Kanker Payudara di Jakarta, baru-baru ini. 

Flavia didiagnosis kanker payudara sebelah kiri pada 2022.

Ia mengaku sempat terpukul, terutama selama satu hingga dua tahun pertama setelah menerima diagnosis.

“Rasanya seperti mendapat jackpot. Saya sudah merasa hidup sehat, tapi Tuhan berkata lain. Memang di awal sangat berat, terutama satu dua tahun pertama. Tapi inilah perjalanan yang harus dilalui,” tuturnya.

Pengalaman Flavia menjadi pengingat bahwa deteksi dini dan pemeriksaan medis berperan penting dalam mengenali kanker payudara.

Meski tidak semua benjolan merupakan kanker, perubahan pada payudara yang tidak biasa perlu diperiksa lebih lanjut oleh tenaga medis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: