Banner HONDA

Mengembalikan Kejayaan Lapangan Setia Negara Kota Curup

Mengembalikan Kejayaan Lapangan Setia Negara Kota Curup

Abdul Hamid Ahli Peneliti Utama BRIN/BRIDA Bidang Kebijakan Publik, Lingkungan, Pertanian, dan Kehutanan-istimewa-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Lapangan Setia Negara Kota Curup kabupaten Rejang Lebong, tempat bersejarah yang menyimpan kenangan mendalam bagi masyarakat Rejang Lebong, khususnya bagi kami yang pernah menyaksikan kejayaannya.

Pada tahun 1974, Lapangan Setia Negara Curup merupakan salah satu lapangan sepak bola terbaik di Provinsi Bengkulu. Letaknya strategis, suasananya asri, lingkungannya tertata, dan pemandangannya indah.

Lapangan ini bukan sekadar tempat berolahraga, melainkan juga kebanggaan masyarakat, ruang berkumpul, serta bagian dari perjalanan generasi muda Rejang Lebong.

Hampir setiap tahun, kami pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat. Namun, setiap kali melintas di Lapangan Setia Negara, hati kami terasa sedih melihat kondisinya yang kini tampak kumuh, becek, dan kurang tertata. Keadaannya belum mencerminkan kehormatan fasilitas publik yang dahulu menjadi kebanggaan daerah.

BACA JUGA:Injury Time Boleh Panjang di GBK, Tapi Sengketa Pemilu 2029 Jangan Sampai Ikut Panjang

BACA JUGA:Lebong dan Rejang Lebong: Jangan terburu-buru buka hutan, bangun ekonomi hijau berbasis karbon

Perkembangan zaman semestinya membawa perbaikan, bukan menghilangkan keindahan dan nilai historis yang pernah kita miliki.

Karena kecintaan terhadap tanah kelahiran, kami mengajak Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong memberikan perhatian serius terhadap penataan dan pemulihan Lapangan Setia Negara. 

Kami berharap lapangan ini kembali bersih, asri, tertib, tidak becek, dan nyaman bagi masyarakat. Penataan drainase, penghijauan, kebersihan, serta pengaturan kawasan perlu menjadi perhatian agar fungsinya sebagai ruang publik dapat pulih.

Jika memungkinkan, jadikanlah Lapangan Setia Negara tempat generasi muda berolahraga, masyarakat berkumpul, dan generasi tua mengenang masa-masa indah yang pernah dilalui.

Bagi kami, tahun 1974 bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan bagian dari sejarah kehidupan yang tak terlupakan. Melihat lapangan ini kembali indah akan menjadi kebahagiaan tersendiri, seolah menghidupkan kembali sebagian masa muda.

Akhirnya, kami menitipkan harapan kepada Bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong agar Lapangan Setia Negara tidak kehilangan jati dirinya. 

Kembalikan keindahannya, pulihkan kebanggaannya, dan rawat sejarahnya. Sebab, sebuah daerah tidak hanya dikenang karena pembangunan baru, tetapi juga karena kemampuannya menjaga warisan berharga dari masa lalu.

Semoga Lapangan Setia Negara Curup kembali menjadi kebanggaan masyarakat Rejang Lebong, sebagaimana kami mengenangnya dengan penuh kebahagiaan pada tahun 1974.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: