Banner HONDA

Mukomuko Andalkan CSR Perusahaan untuk Bantu Biayai Pembangunan

Mukomuko Andalkan CSR Perusahaan untuk Bantu Biayai Pembangunan

Mukomuko Andalkan CSR Perusahaan untuk Bantu Biayai Pembangunan-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM — Pemerintah Kabupaten Mukomuko, mulai mencari sumber pembiayaan alternatif untuk mendukung pembangunan daerah di tengah keterbatasan ruang fiskal. Salah satu yang didorong adalah pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Langkah tersebut ditempuh setelah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat berdampak pada pengelolaan APBD. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 mengatur efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025, termasuk meminta pemerintah daerah melakukan peninjauan terhadap belanja daerah. 

Kondisi itu membuat Pemkab Mukomuko perlu mencari sumber pendanaan lain yang sah untuk mendukung program pembangunan yang tidak seluruhnya dapat ditopang melalui APBD.

Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), pemerintah daerah mendorong perangkat daerah menyusun program yang dapat didukung melalui kerja sama dengan sektor swasta.

Kepala Bapperida Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono, mengatakan keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah harus lebih aktif mencari peluang pembiayaan di luar APBD.

BACA JUGA:51 Ribu Pekerja Informal Mukomuko Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Perkuat Sinergi Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan

“Ruang fiskal daerah yang terbatas menuntut kita untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pembiayaan. Salah satu yang dapat dikembangkan adalah kerja sama dengan perusahaan melalui dana CSR untuk mendukung program yang dibutuhkan masyarakat,” kata Singgih. 

Menurut dia, dana CSR perusahaan dapat diarahkan untuk membantu pembangunan fasilitas publik maupun program prioritas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Skema tersebut, kata Singgih, tidak berarti pemerintah daerah mengabaikan APBD. Namun, keterlibatan sektor swasta diharapkan dapat menjadi tambahan dukungan sehingga pembangunan tetap berjalan ketika kemampuan anggaran daerah terbatas.

Untuk memudahkan perusahaan menentukan program yang akan didukung, Bapperida Mukomuko telah menyusun katalog yang berisi daftar program prioritas pembangunan daerah.

Katalog tersebut kemudian ditawarkan kepada perusahaan melalui platform digital SICERDAS. Program yang ditawarkan diarahkan terutama ke desa-desa penyangga di sekitar wilayah operasional perusahaan serta lokasi yang berkaitan dengan program strategis nasional.

Dengan pola tersebut, perusahaan tidak hanya memberikan bantuan secara umum, tetapi dapat memilih program yang memiliki kebutuhan jelas dan sasaran yang terukur.

“Program-program yang membutuhkan dukungan kami susun dalam katalog. Perusahaan dapat melihat kebutuhan yang ada dan menentukan bentuk dukungan sesuai kemampuan serta wilayah operasionalnya,” jelas Singgih.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: