Antisipasi Karhutla, Polres Mukomuko Langsung Terjunkan Tim Verifikasi
Satelit Deteksi Hotspot Karhutla di Selagan Raya, Polres Mukomuko Langsung Terjunkan Tim Verifikasi--
BENGKULUEKSPRESS.COM - Kepolisian Resor Mukomuko meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan operasional dalam mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah hukumnya. Mengandalkan efektivitas teknologi pemantauan satelit hotspot, Polres Mukomuko bergerak cepat melakukan verifikasi faktual (ground check) terhadap titik panas yang terdeteksi di kawasan perdesaan.
Sinergi antara pemantauan teknologi udara dan respons cepat darat tersebut dibuktikan saat sistem pemantauan satelit mendeteksi titik koordinat -2.51605, 101.36041. Lokasi tersebut berada di wilayah Desa Lubuk Bangko, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, atau berjarak sekitar 1,5 kilometer dari kawasan permukiman penduduk.
Merespons sinyal titik panas tersebut, Kapolres Mukomuko menginstruksikan personel Polsek Selagan Raya untuk langsung menembus lokasi kejadian. Dua personel kepolisian, Aiptu Budiyono dan Brigpol Didi Ardiansyah, diterjunkan menyisir medan perkebunan guna memastikan kondisi riil di lapangan.
Dari hasil olah tempat kejadian dan pemeriksaan fisik di lokasi, tim verifikasi mengonfirmasi bahwa titik panas tersebut berasal dari areal bekas perkebunan karet seluas kurang lebih 1 hektare yang sempat terbakar. Saat petugas tiba, kobaran api utama yang menghanguskan ranting serta semak belukar telah dalam kondisi padam.
Kendati demikian, personel kepolisian tidak lantas meninggalkan lokasi. Mengingat hamparan semak dan belukar kering di sekeliling area masih sangat tebal dan rentan terpicu kebakaran susulan akibat tiupan angin, petugas langsung melakukan sterilisasi serta pengamanan area sekitar.
BACA JUGA:5.713 Kasus ISPA Tercatat di Mukomuko hingga Agustus 2026, Dewasa Terbanyak
BACA JUGA:Tunggu Transfer Pusat, Pencairan DBH Sawit Rp4 Miliar Mukomuko Masih Menggantung
Langkah kepolisian juga berlanjut ke tindakan preventif-edukatif. Karena pemilik lahan atas nama Sopian dan Pambudi tidak berada di lokasi saat pemeriksaan berlangsung, personel Polsek Selagan Raya berinisiatif mendatangi langsung kediaman kedua pemilik lahan tersebut di desa setempat untuk memberikan imbauan keras dan persuasif agar tidak lagi membersihkan area perkebunan dengan metode pembakaran.
Kapolres Mukomuko, AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K., menegaskan bahwa penggabungan sistem pemantauan satelit digital dan ketanggapan personel di lapangan menjadi strategi utama Polres Mukomuko dalam mengunci potensi Karhutla sejak dini.
"Sistem pemantauan satelit kita bekerja secara riil. Begitu ada sinyal titik panas yang terdeteksi di koordinat mana pun, personel di lapangan wajib hukumnya untuk langsung menerjunkan tim verifikasi darat. Kita tidak boleh berasumsi sebelum melihat kondisi fisik di lapangan," tegas AKBP Riky Crisma Wardana, Senin (14/9/2026).
AKBP Riky Crisma Wardana menambahkan, pemeriksaan langsung ke lokasi dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bara api tersembunyi (underground fire) di bawah tumpukan semak kering yang sewaktu-waktu bisa menyala kembali saat suhu udara meningkat.
Kepolisian Resor Mukomuko juga menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan toleransi terhadap praktik pembersihan lahan dengan cara membakar. Pihaknya mengingatkan bahwa aktivitas pembakaran lahan tidak hanya merusak ekosistem dan mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum yang tegas.
"Pergerakan asap dan lonjakan suhu lahan akan dengan cepat terdeteksi oleh sistem pemantauan digital kami. Oleh karena itu, kami imbau seluruh warga dan pemilik lahan untuk menghentikan kebiasaan membakar lahan. Jika menemukan indikasi titik api, segera laporkan ke polsek terdekat agar bisa langsung dieksekusi sebelum meluas," tutup Kapolres. (**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

