Banner HONDA

5.713 Kasus ISPA Tercatat di Mukomuko hingga Agustus 2026, Dewasa Terbanyak

5.713 Kasus ISPA Tercatat di Mukomuko hingga Agustus 2026, Dewasa Terbanyak

Dinkes Mukomuko-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM -  Masyarakat Kabupaten Mukomuko diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko mencatat sebanyak 5.713 kasus ISPA terjadi sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Data tersebut dihimpun dari 17 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Mukomuko. Angka tersebut menunjukkan ISPA masih menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak ditemukan di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Jajat Sudrajat, mengatakan kasus ISPA ditemukan pada berbagai kelompok usia. Berdasarkan data yang dihimpun, kelompok dewasa menjadi penyumbang kasus terbanyak.

“Dari 5.713 kasus yang tercatat hingga Agustus, kelompok usia dewasa menyumbang 2.154 kasus. Setelah itu, jumlah kasus cukup tinggi juga ditemukan pada kelompok balita dengan 1.319 kasus,” ujar Jajat.

Selain dewasa dan balita, kasus ISPA juga tercatat pada kelompok usia lainnya. Rinciannya, sebanyak 970 kasus pada anak-anak, 699 kasus pada remaja, dan 516 kasus pada lanjut usia (lansia).

Menurut Jajat, sebaran kasus pada berbagai kelompok usia tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan. Sebab, ISPA dapat menyerang masyarakat dari berbagai rentang usia, termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian lebih seperti balita dan lansia.

BACA JUGA:Tunggu Transfer Pusat, Pencairan DBH Sawit Rp4 Miliar Mukomuko Masih Menggantung

BACA JUGA:Security SPPG Diamankan Terkait Kematian Relawan MBG, Begini Kronologis Pembunahnnya

Ia mengimbau masyarakat tidak mengabaikan keluhan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan. Jika mengalami gejala ISPA, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kasus ISPA tidak hanya ditemukan pada satu kelompok usia. Karena itu, masyarakat perlu lebih peduli terhadap kesehatan saluran pernapasan dan segera mencari pertolongan medis apabila muncul keluhan,” katanya.

Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga didorong menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungan. Upaya menghindari berbagai faktor yang dapat memicu gangguan saluran pernapasan juga perlu dilakukan.

Jajat menegaskan, data kasus sepanjang delapan bulan pertama 2026 menjadi gambaran bahwa ISPA masih perlu mendapat perhatian di Kabupaten Mukomuko.

“Jumlah kasus yang tercatat menunjukkan ISPA masih menjadi persoalan kesehatan yang harus diwaspadai. Terlebih, balita dan lansia juga masih mengalami kasus dalam jumlah cukup besar,” tutup Jajat. (**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: