Mengapa Kita Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap? Ini Faktanya
Mengapa Kita Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap? Ini Faktanya--
BENGKULUEKSPRESS.COM – Pernahkah Anda sedang duduk bersama teman, kemudian melihatnya menguap dan beberapa detik setelahnya tanpa sadar ikut menguap? Bahkan, membaca atau memikirkan tentang menguap saja terkadang bisa membuat seseorang ingin membuka mulut lebar-lebar.
Fenomena tersebut dikenal sebagai contagious yawning atau menguap menular. Berbeda dengan menguap biasa yang dapat muncul ketika seseorang mengantuk atau mengalami perubahan tingkat kewaspadaan, menguap menular terjadi setelah seseorang melihat, mendengar, bahkan memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Fenomena ini sudah lama diketahui dalam penelitian perilaku manusia. Namun, hingga kini para ilmuwan masih belum memiliki satu penjelasan tunggal mengenai mekanisme yang membuat menguap dapat “menular” dari satu orang ke orang lain.
Otak Merespons Saat Melihat Orang Menguap
Salah satu penjelasan yang banyak diteliti berkaitan dengan bagaimana otak memproses tindakan orang lain.
BACA JUGA:Mengapa Bau Hujan Terasa Khas? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya
BACA JUGA:Sering Dianggap Sama, Tahu dan Tofu Ternyata Punya Perbedaan
Ketika melihat seseorang menguap, otak tidak hanya menerima informasi visual. Aktivitas pada sejumlah wilayah otak yang berkaitan dengan pemrosesan sosial dan respons terhadap tindakan orang lain juga dapat ikut terlibat.
Penelitian menggunakan pencitraan otak menemukan adanya aktivitas di area seperti posterior cingulate cortex dan precuneus ketika seseorang melihat orang lain menguap. Wilayah tersebut diketahui berhubungan dengan proses yang berkaitan dengan diri sendiri dan pemahaman terhadap kondisi sosial.
Inilah salah satu alasan mengapa melihat orang lain menguap dapat memunculkan dorongan untuk melakukan hal yang sama.
Bukan Sekadar Meniru Secara Sadar
Menariknya, menguap menular biasanya terjadi tanpa direncanakan.
Seseorang tidak perlu berpikir, “Saya harus ikut menguap.” Respons tersebut dapat muncul secara otomatis setelah otak mendeteksi perilaku menguap dari orang lain.
Penelitian menunjukkan bahwa respons tersebut bahkan dapat dipicu bukan hanya dengan melihat seseorang menguap. Suara menguap, membaca tentang menguap, atau sekadar memikirkan tindakan tersebut juga pernah dilaporkan dapat memicu keinginan untuk menguap.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

