Pasokan Pertalite Tersendat Akibat Cuaca, Pertamina Pastikan Stok Aman
Ketersediaan BBM jenis Pertalite di wilayah Bengkulu dipastikan kembali aman setelah sebelumnya sempat mengalami keterlambatan pasokan akibat kendala cuaca.--
BENGKULUEKSPRESS.COM - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Bengkulu dipastikan kembali aman. Sebelumnya, pasokan Pertalite sempat mengalami keterlambatan akibat kendala cuaca yang menghambat proses sandar kapal pengangkut BBM di Pelabuhan Pulau Baai.
Sales Area Manager (SAM) Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga, Mochammad Farid Akbar mengatakan, kendala pasokan terjadi pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Kapal pengangkut Pertalite yang seharusnya memasok kebutuhan BBM di wilayah Bengkulu mengalami keterlambatan untuk sandar di Pelabuhan Pulau Baai.
"Kemarin hari Selasa ada kendala kapal Pertalite, sehingga kapal baru bisa sandar sekitar pukul 11.00 WIB. Penyebabnya karena pengaruh cuaca sehingga kapal terlambat," ujar Farid.
BACA JUGA:Terdeteksi Judi Online via E-Wallet, 2.200 Penerima Bansos Mukomuko Dicoret
BACA JUGA:Satlantas Polres Mukomuko dan PWI Perkuat Sinergi Tekan Angka Kecelakaan
Farid menjelaskan, kondisi stok Pertalite kembali berangsur normal setelah kapal berhasil sandar dan proses penyaluran BBM dilakukan.
Ia memastikan, sejak Selasa sore, stok Pertalite di Bengkulu sudah kembali dalam kondisi aman.
"Dari sore kemarin stok sudah aman," katanya.
Farid menegaskan, Pertamina terus melakukan pengawasan terhadap rantai pasok BBM, khususnya distribusi yang melalui Pelabuhan Pulau Baai.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kembali gangguan dalam proses penyaluran BBM ke sejumlah SPBU di Bengkulu.
"Kita akan pastikan jalur koordinasi serta sarana dan prasarana pendukung penyaluran BBM di Pulau Baai beroperasi maksimal," tegasnya.
Dengan kembali normalnya pasokan, Pertamina berharap antrean kendaraan yang sebelumnya terjadi di sejumlah SPBU dapat segera terurai.
Pertamina juga memastikan distribusi BBM dari titik suplai menuju SPBU terus dipantau, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap BBM tetap dapat terpenuhi.(**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

