Pemkot Bengkulu Libatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP Antisipasi Geng Motor
Dedy Wahyudi-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah Kota Bengkulu memperkuat langkah pencegahan terhadap aksi geng motor yang belakangan meresahkan masyarakat. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparat keamanan, pemerintah di tingkat kelurahan hingga orang tua, untuk bersama-sama mengawasi aktivitas remaja, terutama pada malam hari.
Dedy mengatakan, sebagai langkah awal Pemkot Bengkulu akan menggelar apel bersama pada Jumat (besok) yang melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang tergabung dalam program Praja Wibawa.
"Besok kami akan melakukan apel bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Praja Wibawa dari Satpol PP. Setelah itu kami juga akan melaksanakan apel siaga di setiap kecamatan dan kelurahan," ujar Dedy.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah akan mengajak para camat, lurah, ketua RT, hingga tokoh masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan masing-masing, khususnya jika ditemukan sekelompok remaja yang berkumpul hingga larut malam.
BACA JUGA:Wali Kota Bengkulu Komitmen Dorong Wakaf Uang untuk Bantu Anak Yatim
"Kami mengimbau para RT dan lurah agar memperhatikan anak-anak yang masih berkumpul pada malam hari. Kalau memang berkumpul tanpa tujuan yang jelas, tegur dan bila perlu dibubarkan agar tidak berkembang menjadi tindakan yang meresahkan," katanya.
Selain itu, Dedy juga meminta para orang tua agar lebih peduli terhadap aktivitas anak-anaknya di luar rumah. Menurutnya, banyak aksi kenakalan remaja hingga geng motor terjadi pada dini hari ketika pengawasan orang tua sudah berkurang.
"Kalau anak belum pulang sampai malam, segera dicari. Jangan dibiarkan. Rata-rata aktivitas mereka terjadi sekitar pukul 00.00 hingga 02.00 dini hari. Peran orang tua sangat penting untuk mencegah anak terlibat dalam aksi yang melanggar hukum," tegasnya.
Menanggapi sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya kelompok remaja, Dedy mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Bengkulu untuk meningkatkan pengawasan. Namun, ia menilai upaya aparat tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat.
Menurutnya, mengandalkan personel kepolisian, TNI, maupun Satpol PP saja tidak cukup untuk mengawasi seluruh wilayah Kota Bengkulu. Karena itu, ia meminta masyarakat kembali mengaktifkan pos keamanan lingkungan (pos kamling) sebagai bentuk pengawasan berbasis warga.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolres. Tetapi yang paling penting adalah mengaktifkan kembali pos kamling. Kalau hanya mengandalkan polisi, TNI, dan Satpol PP, personelnya terbatas. Kalau setiap lingkungan memiliki pos kamling yang aktif, saya yakin situasi akan lebih aman," pungkas Dedy.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, perangkat kelurahan, dan masyarakat dapat menekan aksi geng motor serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh warga. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
