Bupati Optimistis, Bengkulu Selatan Siap Kelola Sampah Berbasis Teknologi
Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin didampingi jajaran Pemkab Bengkulu Selatan bersama perwakilan Swiss Green Projects meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kayu Arau, Kecamatan Manna, Sabtu 11 Juli 2026-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin optimistis kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dengan Swiss Green Projects akan menjadi langkah besar dalam mewujudkan pengelolaan sampah berbasis teknologi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah.
Optimisme tersebut disampaikan usai peninjauan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kayu Arau, Kecamatan Manna, sekaligus penandatanganan kerja sama dengan Swiss Green Projects, Sabtu 11 Juli 2026. Kerja sama ini sekaligus menjadikan Kabupaten Bengkulu Selatan sebagai daerah pertama di Indonesia yang menjalin kemitraan dengan Swiss Green Projects dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi.
Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin mengatakan, kerja sama tersebut berawal dari komunikasi yang terjalin baik antara kedua belah pihak hingga akhirnya disepakati melakukan penjajakan di Bengkulu Selatan. Bahkan sebelum peninjauan lapangan, Pemkab Bengkulu Selatan telah menggelar pertemuan melalui Zoom bersama tim Swiss Green Projects di Jenewa, Swiss, Jumat malam 10 Juli 2026.
"Melalui komunikasi melalui zoom, dan dilanjutkan pengambilan sempel di lapangan bersama Swiss Green. Mudah-mudahan kita memenuhi untuk pengelolaan sampah secara teknologi, detailnya nanti akan bermanfaat bagi masyarakat dan daerah," ujar Rifai.
BACA JUGA:Bakal Berakhir 30 Juli, Pemprov Bengkulu Desak Pusat Perpanjang dan Perluas Inpres Pulau Baai
BACA JUGA:Kapolres Perkuat Sinergitas dengan Kejari Bengkulu Utara
Rifai menjelaskan teknologi yang akan diterapkan nantinya mampu mengolah sampah menjadi berbagai produk bernilai ekonomis. Namun, hasil produk tersebut tetap bergantung pada karakteristik sampah yang tersedia di TPA Kayu Arau.
"Nanti apa yang jadi, tergantung dari bahan, sebab nanti dipisah. Nanti ada yang jadi pupuk, ada yang jadi produk lainnya, karena nanti ada semacam teknologinya. Nanti kita lihat saja bagaimana langkah-langkah ke depannya," terangnya. (117)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
