Banner HONDA

Demokrasi di Rumah Sendiri, Membaca Arah Kompas PWI Provinsi Bengkulu 2026

Demokrasi di Rumah Sendiri, Membaca Arah Kompas PWI Provinsi Bengkulu 2026

Kandidat Ketua PWI Provinsi Bengkulu 2026-2031-IST-

KONFERENSI Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu tahun 2026 ini menyajikan situasi politik pers lokal yang sangat menarik. 

Perhatian publik dan para pemilik suara kini tertuju pada fenomena unik di internal Rakyat Bengkulu Media Grup (RBMG). 

Sebanyak 64 suara dari lingkaran grup media terbesar di Bengkulu ini dipastikan terbagi kepada tiga kandidat ketua yang sama-sama memiliki akar kuat dan rekam jejak mumpuni di sana, yaitu Marsal Abadi, Iyud Dwi Mursito, dan Doni Aftarizal

Bagi pengamat permukaan, fenomena ini mungkin dinilai sebagai keretakan internal grup media. Namun, jika dibaca menggunakan kacamata Teori Diferensiasi Organisasi, situasi ini justru menjadi indikator kesehatan organisasi dan kematangan kaderisasi di tubuh pers Bengkulu. 

Teori ini menyatakan bahwa semakin berkembang dan matangnya sebuah sistem organisasi besar, ia akan secara alami memecah diri ke dalam sub-sub unit kekuatan baru yang mandiri, spesifik, dan memiliki kapasitas kepemimpinan yang setara. 

Selama bertahun-tahun, RBMG bertindak sebagai blok suara bulat yang menentukan arah PWI. Tahun ini, munculnya tiga figur dari rahim yang sama membuktikan bahwa institusi ini sukses melakukan reproduksi kader secara masif, di mana instruksi korporasi tunggal mulai mencair dan digantikan oleh kompetisi sehat berbasis kualitas individu dari tiap sub unitnya.

BACA JUGA:Jangan Tebang Pohon! Perdagangan Karbon Adalah Masa Depan Ekonomi Hijau Surabaya dan Jawa Timur

BACA JUGA:Prabowo Bersih-Bersih BUMN: Selamat Tinggal Penggerogot Uang Negara!

Pilihan para pemilik suara kini tidak lagi dibatasi oleh sekat bendera perusahaan, melainkan dihadapkan pada tiga opsi rekam jejak yang kaya akan nilai dan karakter. 

Marsal Abadi selaku petahana memiliki fondasi kepemimpinan yang sangat matang. Ia adalah wartawan senior dengan jam terbang lebih dari 20 tahun di dunia pers Bengkulu dan pernah menduduki posisi puncak sebagai General Manager SKH Rakyat Bengkulu. 

Pengalaman manajerial tingkat tinggi ini dipadukan dengan kesuksesannya membawa kontingen PWI Bengkulu berprestasi di ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). 

Di sisi lain, Iyud Dwi Mursito yang merupakan mantan Pimpinan Redaksi SKH Bengkulu Ekspress menawarkan profil multi-talenta. Sukses mendirikan medianya sendiri setelah keluar dari grup, Iyud juga aktif membagikan ilmunya sebagai dosen di beberapa kampus di Bengkulu, sering menjadi pembicara publik, dan aktif dalam berbagai organisasi di luar media massa. 

Sementara itu, Doni Aftarizal yang mewakili SKH Radar Utara membawa warna yang sarat dengan idealisme gerakan akar rumput dan kepemimpinan sosial. Sejak zaman mahasiswa, rekam jejak Doni sudah terbentuk sebagai aktivis yang melakukan advokasi dan pendampingan terhadap para petani melawan korporasi besar. 

Konsistensi gerakan dan kepedulian sosial ini terus ia rawat melalui perannya yang aktif di Gerakan Pemuda Ansor, organisasi kepemudaan islam yang besar, hingga kemudian dipercaya menjabat sebagai Ketua Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Simpul Bengkulu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: