Bupati Lebong Keluarkan Edaran Zikir Bersama, Warga Diajak Bermunajat
Pj Sekda Lebong, Dr H Syarifudin SSos MSi--
BENGKULUEKSPRESS.COM – Melalui Surat Edaran (SE) nomor B-400.8.2.2/6/SETDA-B2/2026, Bupati Lebong H Azhari SH MH mengajak melaksanakan zikir dan doa bersama setelah sholat Jumat diseluruh masjid dan mushola Se-Kabupaten Lebong, ajakan tersebut untuk mendoakan Lebong agar terhindar dari bala bencana.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Lebong, Dr H Syarifudin SSos MSi mengatakan bahwa saat ini tidak dipungkiri bahwa adanya peningkatan potensi bencana alam, cuaca ekstrem dan musibah lainnya di wilayah Kabupaten Lebong.
“Maka kita perlu ikhtiar dan bermohon perlindungan kepada Allah SWT,” sampainya, Senin 08 Juni 2026.
Lanjut Sekda, banyak hal yang bisa dilakukan untuk meminta perlindungan kepada Alllah SWT, salah satunya dengan melaksanakan doa dan zikir serta istighfar bersama-sama. Memohon keselamatan, perlindungan dan dijauhkan dari segala bentuk bencana dan bala.
“Kegiatan ini kita ajak kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Lebong,” ucapnya.
BACA JUGA:Tongkang Muat Pasir Putih Karam di Bengkulu Selatan, Terdampar di Bibir Pantai
BACA JUGA:Astra Motor Bengkulu Edukasi Safety Riding, Siswa SMKN 3 Seluma Diajak Jadi Pelopor Keselamatan
Masih kata Sekda, untuk ajakan doa dan zikir bersama dilaksanakan setiap hari Jumat setelah melaksanakan solat Jumat dengan durasi bisa 10-15 menit. Kegiatan sendiri dilaskanakan diseluruh Masjid dan mushola yang ada di Kabupaten Lebong.
“Kegiatan bisa dipimpin oleh Imam, khotib Jumat dibantu oleh pengurus masjid atau mushola,” tuturnya.
Nantinya ucap Sekda, kegiatan doa dan zikir bersama bisa selalu dimonitoring dan kepada camat, Lurah dan Kepala desa, sellau melaporkan kegiatan secara tertulis setiap bulannya kepada Sekda Lebong melalui bagian Kesejahteraan rakyat (Kesra).
“Laporkan setiap bulan kegiatan yang dilaksanakan,” himbaunya.
Ditambahkan Sekda, kegiatan sendiri memang bersifat himbauan ukhuwah dan ikhtiar spiritual yang selalu mengedepankan toleransi dan tidak mengganggu kekhusyukan ibadah dan bagi masyarakat yang non muslim, berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing pada waktu yang sama.
“Ini sebagai bentuk kebersmaan memohon keselamatan bagi Kabupaten Lebong,” tutupnya.(614)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
