Banner HONDA

Lebih dari Sekadar Kain, Mengenal Batik Les Plank, Wajah Modern Wastra Bengkulu

Lebih dari Sekadar Kain, Mengenal Batik Les Plank, Wajah Modern Wastra Bengkulu

Lebih dari Sekadar Kain, Mengenal Batik Les Plank, Wajah Modern Wastra Bengkulu--

BENGKULUEKSPRESS.COM - Selama ini, bicara soal kain khas Bengkulu pasti pikiran kita langsung tertuju pada indahnya kaligrafi Batik Besurek. Namun, tahukah kamu? "Bumi Rafflesia" kini punya primadona baru yang sedang naik daun. Batik Lesung Pipit, atau yang lebih populer dengan nama Batik Les Plank.

Bukan sekadar tren sesaat, batik ini hadir sebagai jembatan antara warisan leluhur dan selera modern yang serba terstruktur.

Nama "Les Plank" mungkin terdengar unik di telinga. Nama ini merujuk pada pola dekoratif yang berulang dan geometris. Jika Batik Besurek klasik didominasi oleh liukan kaligrafi yang bebas, Batik Les Plank justru tampil lebih berwibawa dengan struktur garis pembatas yang rapi.

Garis-garis ini biasanya berfungsi sebagai "bingkai" mewah yang mengapit ikon-ikon ikonik Bengkulu, mulai dari keanggunan bunga Rafflesia arnoldii, burung walet yang lincah, hingga motif relung paku yang artistik.

BACA JUGA:Wali Kota Bengkulu Lepas 1.231 Jemaah Haji, Seragam Batik Jadi Simbol Kekompakan

BACA JUGA:Dari Ornamen Rumah Adat Ke Kain Batik Les Plank


Lebih dari Sekadar Kain, Mengenal Batik Les Plank, Wajah Modern Wastra Bengkulu--

Warna Berani, Filosofi Mendalam

Jangan harapkan warna-warna pucat. Batik Les Plank setia dengan napas pesisir Sumatra yang berani. Perpaduan warna merah marun, emas yang elegan, hijau botol, hingga biru tua memberikan kesan mewah sekaligus "mahal".

Namun, di balik warna-warni kontras itu, tersimpan makna yang serius. Garis sejajar dan konsisten dalam motif ini adalah simbol kedisiplinan dan ketaatan masyarakat terhadap adat istiadat. Layaknya fungsi teknis lisplang pada atap rumah yang melindungi bangunan, kain ini melambangkan perlindungan terhadap kehormatan keluarga dan martabat diri pemakainya.

Dari Seragam Kantor hingga Oleh-oleh Hits

Mengapa Batik Les Plank begitu cepat diterima? Jawabannya adalah desainnya yang minimalis dan simetris. Karakter ini membuatnya sangat cocok dijadikan seragam formal atau pakaian kerja yang profesional tanpa kehilangan sentuhan etnik.

Bagi para pelancong, Batik Les Plank kini menjadi alternatif "buah tangan" yang segar. Ia membuktikan bahwa seni kriya Bengkulu tidak jalan di tempat, melainkan terus berevolusi mengikuti zaman namun tetap berpijak pada akar budaya yang kuat.

Jadi, saat berkunjung ke Bengkulu nanti, pastikan satu potong kain Les Plank masuk ke dalam daftar belanjaanmu. Memakainya bukan sekadar bergaya, tapi juga merayakan semangat kreativitas pengrajin lokal yang luar biasa. (**)

Penulis mahasiswa S2 Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Bengkulu

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: