Banner HONDA

Bengkulu Pimpin Capaian Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Perlindungan Pekerja Terus Diperluas

Bengkulu Pimpin Capaian Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Perlindungan Pekerja Terus Diperluas

Bengkulu Pimpin Capaian Jaminan Sosial Ketenagakerjaan-foto: istimewa-

BENGKULUEKSPRESS.COM - Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat langkah dalam memastikan perlindungan bagi para pekerja, khususnya sektor rentan. 

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam forum daring asistensi dan monitoring evaluasi percepatan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) tahun 2026 yang diikuti Dinas Ketenagakerjaan bersama sejumlah OPD dan pemangku kepentingan, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri itu menjadi wadah untuk memantau capaian daerah sekaligus memberikan pendampingan teknis agar perlindungan jaminan sosial tenaga kerja dapat menjangkau seluruh lapisan pekerja.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bengkulu, Sutapa, menjelaskan bahwa pihaknya telah merealisasikan perlindungan bagi pekerja rentan melalui dukungan anggaran daerah. Ia menyebutkan, pembiayaan iuran jaminan sosial untuk periode Desember 2025 hingga Mei 2026 telah disalurkan melalui APBD Perubahan 2025.

“Program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk tenaga kerja rentan sudah berjalan. Total anggaran sebesar Rp174 juta lebih telah digunakan untuk menjangkau ribuan pekerja,” jelasnya.

BACA JUGA: Dorong Ketahanan Pangan Daerah, BPBD Kota Bengkulu Buka Lahan Jagung

BACA JUGA:Dedy Wahyudi Angkat Identitas Bengkulu di Ajang Nasional Governance Awards 2026

Menurutnya, program tersebut menyasar sekitar 2.200 pekerja rentan yang terdiri dari nelayan binaan Dinas Perikanan serta tenaga keagamaan yang berada di bawah koordinasi Bagian Kesejahteraan Rakyat.

Tak berhenti di situ, Pemkot Bengkulu juga telah menyiapkan tambahan anggaran untuk memperluas cakupan perlindungan pada sisa tahun 2026. Dana yang dialokasikan melalui APBD murni mencapai hampir Rp350 juta dan akan digunakan untuk periode Juni hingga Desember. Saat ini, proses penyaluran masih menunggu validasi data terbaru agar bantuan tepat sasaran. 

“Kami memastikan data penerima diperbarui agar program ini benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan,” tambah Sutapa.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Dalam forum itu, Kota Bengkulu mendapat apresiasi karena mencatat capaian UCJ tertinggi di tingkat provinsi. Hingga saat ini, tingkat kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Bengkulu telah mencapai 33,16 persen atau setara dengan lebih dari 54 ribu pekerja.

Perwakilan pemerintah pusat dalam pertemuan tersebut menilai capaian ini mencerminkan keseriusan daerah dalam melindungi tenaga kerja. Status Kota Bengkulu sebagai ibu kota provinsi dinilai mampu menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya.

Dengan kolaborasi antara perangkat daerah dan BPJS Ketenagakerjaan yang terus diperkuat, Pemkot Bengkulu optimistis target perlindungan menyeluruh bagi pekerja formal maupun informal dapat segera terwujud, sekaligus meningkatkan rasa aman dan kesejahteraan masyarakat dalam menjalankan aktivitas kerja. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait