Banner HONDA

Perketat Distribusi Ternak ke Enggano Jelang Idul Adha 1447 H

Perketat Distribusi Ternak ke Enggano Jelang Idul Adha 1447 H

BKHIT Bengkulu memperketat distribusi ternak ke Pulau Enggano menjelang Idul Adha untuk mencegah penyakit hewan.-IST-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bengkulu memperketat pengawasan distribusi hewan ternak dari Bengkulu menuju Pulau Enggano menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang masuk maupun keluar wilayah tersebut bebas dari Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Upaya penguatan pengawasan ditandai dengan kegiatan sosialisasi dan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) peningkatan pengawasan serta kelancaran distribusi ternak yang digelar di kantor BKHIT Bengkulu, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi terkait, di antaranya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, kepolisian, Bea Cukai, Dinas Ketahanan Pangan, serta pelaku usaha peternakan.

Kepala BKHIT Bengkulu, Betty Fajarwati, menjelaskan bahwa pengawasan akan dilakukan secara intensif sesuai arahan dari Kementerian Pertanian, yakni dimulai satu bulan sebelum hingga satu bulan setelah Idul Adha.

“Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan Pulau Enggano tetap bebas dari berbagai penyakit hewan,” ujarnya.

Ia menambahkan, meningkatnya lalu lintas ternak, khususnya sapi untuk kebutuhan kurban, menjadi alasan utama perlunya pengawasan yang lebih ketat.

Pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari uji laboratorium hingga pemeriksaan fisik dan klinis terhadap hewan ternak.

BACA JUGA:Petir Sambar Penyadap Karet di Seluma, Satu Tewas Dua Luka

BACA JUGA:Semangat Betunggal Membara, Warga Pino Raya Padati Jalan Santai

“Penyakit seperti Brucellosis dan Lumpy Skin Disease menjadi perhatian utama. Karena itu, setiap ternak wajib melalui pemeriksaan ketat,” jelasnya.

Untuk menjaga status bebas penyakit, petugas akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, seperti Pelabuhan Pulau Baai dan Pelabuhan Malakoni.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Abdul Hadi, menegaskan bahwa pihaknya melarang masuknya hewan ternak dari luar ke Pulau Enggano.

“Pada prinsipnya tidak ada ternak dari luar yang diperbolehkan masuk ke Enggano, baik untuk peliharaan maupun kurban. Namun, ternak dari Enggano yang keluar tetap diperbolehkan,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: