Kominfo Bengkulu Selatan Genjot Pemanfaatan Website Desa
Dinas Kominfo Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar Bimtek bagi 142 desa se-Bengkulu Selatan, Selasa 14 April 2026.-RENALD-
BENGKULUEKSPRESS.COM– Upaya mendorong transparansi dan pemanfaatan teknologi di tingkat desa terus digencarkan. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi 142 desa se-Bengkulu Selatan, Selasa 14 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik berbasis digital, khususnya melalui optimalisasi website desa sebagai sarana utama penyampaian informasi kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kominfo Bengkulu Selatan, Decky Zulkarnaen S.Sos, menegaskan bahwa seluruh pemerintah desa diwajibkan memiliki website resmi yang aktif dan dikelola secara profesional.
“Semua desa ikut bimtek, desa wajib memiliki website aktif sebagai alat informasi ke masyarakat saat ini,” ujar Decky.
Ia menambahkan, kehadiran website desa menjadi langkah strategis dalam mendukung keterbukaan informasi publik serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan dan akuntabel.
BACA JUGA:Tak Cukup Kembalikan Kerugian, Pelaku TGR di Bengkulu Selatan Terancam Sanksi Berat
BACA JUGA:Pemuda Kaur Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Pengubaian
Sementara itu, Kabid Aplikasi dan Informatika (Aptika) Dinas Kominfo Bengkulu Selatan, Vivin Triana Puspita S.IP, menyebutkan bahwa bimbingan teknis ini bersifat wajib sebagai bentuk kesiapan desa dalam menghadapi era digitalisasi.
Menurutnya, seluruh informasi terkait kegiatan, program hingga regulasi desa harus dapat diakses masyarakat melalui website resmi desa.
“Sekarang itu domainnya kembali ke Kominfo, bukan lagi desa.id,” jelas Vivin.
Ia menegaskan, keberadaan website desa akan menjadi instrumen penting dalam menciptakan transparansi di tingkat desa serta memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi.
“Dengan adanya web desa maka terjadi transparansi untuk desa itu,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Vivin berharap melalui pelatihan ini, pemerintah desa tidak lagi mengalami kendala dalam pengelolaan teknologi informasi, khususnya website desa.
“Saat ini rata-rata desa sudah memiliki website, namun kami harap dapat lebih aktif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” pungkasnya.(117)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

