Dorong Ekonomi Hijau, Mukomuko Gandeng Investor Global
Wakil Bupati Mukomuko, Rahmadi, AB saat meluncurkan Inisiatif Lanskap Berkelanjutan sebagai langkah strategis menarik investasi hijau ke Mukomuko, Kamis (9/4/2026).-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Kabupaten Mukomuko mulai mempertegas posisinya di pasar komoditas global. Melalui peluncuran "Inisiatif Multi-Pemangku Kepentingan untuk Pengembangan Lanskap Berkelanjutan", daerah yang dikenal dengan potensi perkebunannya ini kini bersiap menjadi magnet baru bagi investasi hijau (green investment) dunia.
Langkah berani ini dikukuhkan di Kantor Bupati Mukomuko pada Kamis 9 April 2026, sebagai upaya strategis mengawinkan pelestarian ekologi dengan akselerasi ekonomi daerah yang lebih modern dan bertanggung jawab.
Wakil Bupati Mukomuko, Rahmadi, AB, saat membuka inisiatif ini menekankan bahwa tata kelola lahan yang berkelanjutan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk memacu daya saing daerah di masa depan. Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menciptakan iklim investasi yang selaras dengan pelestarian alam.
“Kita tidak ingin pembangunan di Mukomuko hanya memberikan dampak jangka pendek. Inisiatif lanskap berkelanjutan ini adalah komitmen kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Mukomuko mampu mengelola sumber daya alamnya secara profesional. Kita ingin investasi yang masuk ke sini adalah investasi yang ramah lingkungan dan memberikan dampak kemakmuran nyata bagi rakyat,” tegas Rahmadi dalam sambutannya.
BACA JUGA:105 Perwira Dimutasi, Ini Daftar Nama dan Jabatan Baru di Polda Bengkulu
BACA JUGA:Hasil Pemenang Lelang Jabatan Diumumkan Bulan Ini, Posisi Inspektur Kota Bengkulu Masih Kosong
Program yang difasilitasi oleh Bapperida Mukomuko ini mempertemukan sinergi lintas sektor, mulai dari akademisi hingga raksasa sektor swasta global seperti SIPEF, Arconesia, dan High Conservation Value Network (HCVN).
Kepala Bapperida Mukomuko, Singgih Pramono, S.Sos., M.H., menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah instrumen kunci untuk menarik modal internasional yang kini sangat selektif terhadap isu lingkungan.
“Kami berharap hasil dari kerja sama ini menjadi pintu gerbang menuju Mukomuko lestari. Ini adalah langkah nyata untuk menarik investasi hijau ke daerah kita. Kita ingin memastikan pembangunan memberikan manfaat jangka panjang bagi kemakmuran masyarakat tanpa merusak ekosistem,” jelas Singgih.
Dukungan penuh dari sektor swasta internasional menjadi bukti bahwa dunia mulai melirik potensi Mukomuko. Dr. Matthew Nowak, Director of Sustainability SIPEF Indonesia, menyatakan bahwa langkah proaktif Pemkab Mukomuko ini akan sangat dihargai oleh pasar dunia.
“Kolaborasi ini akan memperkuat posisi Mukomuko di pasar global sebagai daerah penghasil komoditas unggulan yang memenuhi standar kelestarian dunia. Melalui analisis yang terpadu dan penerapan nyata di lapangan, kita bersama-sama mendorong pembangunan daerah yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkap Dr. Matthew.
Sebagai bukti keseriusan, Pemkab Mukomuko telah memulai workshop skrining Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value/HCV). Metode ini merupakan standar mutakhir untuk mengidentifikasi kawasan yang memiliki fungsi krusial bagi ekosistem dan budaya, namun tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi.
Di tengah ketatnya standar pasar internasional, terutama Eropa dan Amerika terhadap produk perkebunan, sertifikasi dan pengelolaan lanskap yang berkelanjutan di Mukomuko diyakini akan membuat harga komoditas lokal lebih kompetitif dan memiliki nilai tambah tinggi.
Dengan inisiatif ini, Mukomuko diharapkan menjadi benchmark atau percontohan bagi kabupaten lain di Indonesia dalam menyelaraskan ambisi ekonomi dengan komitmen pelestarian alam demi masa depan generasi mendatang. (**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

