Bentengi Pelajar Mukomuko dari Racun Hoaks, KPID Bengkulu Turun ke Sekolah-Sekolah
Bentengi Pelajar Mukomuko dari "Racun" Hoaks, KPID Bengkulu Turun ke Sekolah-Sekolah-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Penetrasi dunia digital yang kian masif di kalangan generasi muda menjadi perhatian serius Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu. Menyadari besarnya risiko paparan informasi bohong (hoaks) dan konten negatif, KPID Bengkulu menggelar aksi jemput bola melalui sosialisasi literasi media bagi pelajar di Kabupaten Mukomuko.
Kegiatan edukatif ini berlangsung selama dua hari, Selasa (7/4) hingga Rabu (8/4). Fokus utamanya adalah membekali siswa SMPN 01, SMPN 03, serta sejumlah Sekolah Dasar (SD) di pusat Kota Mukomuko agar memiliki "tameng" saat berselancar di jagat maya.
Mengusung tema besar "Smart Digital, Anti Hoaks, Siap Berkarya", acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan KPID Provinsi Bengkulu, mulai dari Wakil Ketua Rizki Palengika, didampingi Komisioner M. Misbach dan Amrozi.
Komisioner KPID Bengkulu, M. Misbach, dalam paparannya menekankan bahwa teknologi digital ibarat pisau bermata dua bagi pelajar. Jika tidak dibekali literasi yang cukup, kemudahan akses informasi justru bisa menjerumuskan siswa ke dalam hal-hal yang tidak produktif.
"Tujuan utama kami adalah mendorong adik-adik pelajar untuk lebih bijak. KPID hadir untuk mengingatkan bahwa kemajuan teknologi saat ini seharusnya dimaksimalkan untuk mendukung proses belajar dan kreativitas, bukan justru sebaliknya," tegas Misbach di hadapan para siswa, Selasa 7 April 2026.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Picu Bencana, Gubernur Bengkulu Perintahkan Distribusi Bantuan Tanpa Henti
BACA JUGA:Kapolda Bengkulu Tinjau Lokasi Banjir, 100 Personel Dikerahkan Bantu Warga
Ia menambahkan, meski tahun ini baru menyasar empat sekolah di Mukomuko, pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi ini di masa mendatang.
Senada dengan KPID, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyambut baik langkah preventif ini. Kepala Disdikbud Mukomuko, Arni Gusnita, M.Pd, yang membuka acara secara resmi, mengingatkan bahwa ancaman dunia digital nyata adanya.
"Kita harus jujur bahwa teknologi digital bisa membawa pengaruh negatif yang besar bagi pelajar jika mereka tidak bijak. Itulah mengapa arahan untuk menggunakan platform digital ke arah positif sangatlah krusial," ujar Arni.
Arni juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KPID Bengkulu yang telah menempatkan pelajar Mukomuko sebagai prioritas edukasi literasi media. Menurutnya, pemahaman tentang cara kerja media dan filter informasi adalah bekal penting bagi siswa di era keterbukaan informasi.
"Kami dari Pemkab Mukomuko sangat berterima kasih atas perhatian KPID. Saya berpesan kepada guru dan siswa peserta sosialisasi, jangan berhenti di sini. Bagikan ilmu ini ke teman-teman yang lain agar seluruh pelajar kita cerdas digital," pesannya.
Melalui literasi media ini, para pelajar tidak hanya diajarkan untuk menolak hoaks, tetapi juga didorong untuk menjadi pembuat konten (content creator) yang bertanggung jawab. Harapannya, sekolah-sekolah di Mukomuko bisa melahirkan generasi yang tidak hanya konsumtif terhadap konten, tetapi juga produktif melahirkan karya-karya positif di media sosial.
"Ke depan, kita ingin melihat sosialisasi seperti ini lebih luas dan inovatif lagi. Pelajar kita harus siap menghadapi masa depan digital dengan mental yang kuat dan cerdas," tutup Arni Gusnita. (**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

