Dua Wilayah di Mukomuko Jadi Pilot Project Kampung Nelayan Merah Putih, Tim Pusat Segera Turun
Rahmad Hidayat-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Kabar gembira bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Mukomuko. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko memastikan dua kawasan strategis, yakni Pantai Indah Mukomuko (PIM) dan Ipuh, resmi ditunjuk sebagai lokasi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.
Program prestisius ini diproyeksikan menjadi pusat pembangunan sarana dan prasarana perikanan terpadu guna mendongkrak ekonomi nelayan lokal. Saat ini, pemerintah daerah telah merampungkan penyiapan lahan, dan dalam waktu dekat, tim verifikasi dari pemerintah pusat dijadwalkan turun langsung ke lapangan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Rahmad Hidayat, menegaskan bahwa peninjauan tim pusat merupakan tahapan krusial sebelum pengerjaan fisik dimulai. Tim akan melihat langsung kelayakan teknis serta kesiapan dukungan lingkungan di dua titik tersebut.
“Dalam bulan ini, tim dari pusat akan turun untuk mengecek kondisi lahan yang sudah kita siapkan. Hasil pengecekan itu akan menjadi dasar utama pelaksanaan pembangunan ke depan,” ungkap Rahmad, Selasa 31 Maret 2026.
Rahmad menjelaskan, di atas lahan yang telah disiapkan tersebut akan dibangun berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan yang modern. Rencana infrastruktur mencakup gudang penyimpanan hasil tangkapan (cold storage), Tempat Pelelangan Ikan (TPI), hingga pusat kuliner berbasis hasil laut.
BACA JUGA:Kepala Perpustakaan Bengkulu Selatan Berganti, Bupati Tekankan Minat Baca
BACA JUGA:NgabubuRIDE with Honda, Pererat Kedekatan dengan Konsumen di Momentum Ramadan
Konsep "Kampung Nelayan Merah Putih" ini dirancang untuk menggabungkan sektor produksi, distribusi, dan pengolahan dalam satu kawasan terpadu.
“Nelayan nantinya tidak hanya bergantung pada penjualan ikan mentah. Dengan adanya pusat pengolahan dan kuliner, ada nilai tambah yang bisa dinikmati langsung oleh masyarakat pesisir,” tambahnya.
Meski saat ini fokus pada PIM dan Ipuh, Pemkab Mukomuko memastikan wilayah pesisir lainnya tidak terlupakan. Kawasan seperti Air Rami, Bantal, dan Pasar Sebelah saat ini tengah masuk dalam tahapan pengusulan untuk periode selanjutnya.
Rahmad menyebutkan bahwa pengusulan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan dokumen administrasi dan lahan di masing-masing wilayah.
“Untuk Air Rami, Bantal, dan Pasar Sebelah, kita targetkan diusulkan pada tahun 2027 mendatang. Sekarang kita fokus tuntaskan dulu pada dua lokasi yang sudah benar-benar siap ini,” tegas Rahmad.
Program ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam memperbaiki tata niaga hasil laut di Mukomuko. Keberhasilan pembangunan ini nantinya akan sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan lahan daerah dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. (**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


