Libur Lebaran, Sampah Jadi Sorotan di Wisata Lubuk Langkap
Lonjakan wisatawan saat Lebaran menyebabkan sampah menumpuk di Lubuk Langkap, Kades Suka Maju minta kesadaran pengunjung.-IST-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Lonjakan kunjungan wisatawan saat libur Lebaran 1447 Hijriah berdampak pada meningkatnya volume sampah di kawasan wisata Lubuk Langkap, Kecamatan Air Nipis.
Permasalahan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Desa Suka Maju yang menilai kebersihan kawasan wisata perlu penanganan serius.
Kepala Desa Suka Maju, Yusman Hadi, mengungkapkan peningkatan jumlah pengunjung berbanding lurus dengan bertambahnya sampah di lokasi wisata.
“Permasalahan sampah ini memang menjadi perhatian kami. Apalagi saat libur panjang seperti Lebaran, jumlah pengunjung meningkat signifikan,” ujarnya, Kamis 26 Maret 2026.
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada penanganan khusus dari instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan di kawasan wisata tersebut.
Akibatnya, sampah yang dihasilkan pengunjung belum tertangani secara maksimal.
BACA JUGA:Kunjungan Meningkat 30 Persen, Pusat Perbelanjaan di Bengkulu Dipadati Pengunjung Selama Lebaran
BACA JUGA:Dua Rumah di Lebong Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Selain faktor teknis, rendahnya kesadaran pengunjung juga menjadi penyebab masih ditemukannya sampah berserakan, termasuk di sekitar aliran sungai.
“Kami sangat mengimbau kepada pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di pinggir sungai,” tegasnya.
Selain persoalan sampah, kondisi infrastruktur penunjang juga menjadi perhatian, terutama jembatan gantung menuju lokasi wisata.
Menurut Yusman, kondisi jembatan kayu saat ini mulai lapuk dan berpotensi membahayakan pengunjung.
“Jembatan gantung ini sudah banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya mulai rusak dan perlu segera diperbaiki,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan disebut telah merencanakan perbaikan jembatan gantung serta akses jalan menuju kawasan wisata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




