Warga Membludak, Yasinan Massal di TPU Gunung Selan Kian Semarak
warga yang melaksanakan tradisi yasinan dan tahlil di pemakaman sebagai tradisi dihari lebaran-foto: istimewa -
BENGKULUEKSPRESS.COM - Suasana Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Bengkulu Utara tidak hanya diwarnai silaturahmi antar keluarga.
Memasuki hari kedua Lebaran, ribuan warga justru memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Gunung Selan, Kecamatan Arga Makmur, untuk mengikuti tradisi yasinan dan tahlil massal yang telah berlangsung turun-temurun.
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai penjuru berdatangan ke area pemakaman. Mereka berkumpul di makam keluarga masing-masing untuk melaksanakan doa bersama dalam suasana khidmat dan penuh haru.
Tradisi yang digelar setiap 2 Syawal ini telah berlangsung lebih dari dua dekade dan terus dipertahankan hingga kini.
BACA JUGA:Geliat Roda Ekonomi di Balik Arus Mudik: Antara Tradisi dan Potensi Kebijakan “Gerak Bersama
BACA JUGA:Wagub Mian Gelar Halalbihalal dan Santap Sajian UMKM
Pada Idul Fitri 1447 Hijriah, antusiasme warga terlihat meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Banyaknya perantau yang pulang kampung turut mendorong tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut, menjadikan area TPU dipadati peziarah.
Kepala Desa Gunung Selan, Amir Hamzah, menjelaskan bahwa tradisi ini berawal dari inisiatif lima orang sesepuh desa yang ingin menjaga silaturahmi dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Hingga kini, nilai-nilai tersebut tetap terjaga dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat.
“Tradisi ini bukan hanya untuk mendoakan para leluhur, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga lintas generasi,” ujar Amir.
Menariknya, kegiatan ini diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Kehadiran generasi muda menjadi bukti bahwa tradisi tersebut masih terus diwariskan dan dijaga keberlangsungannya.
Meski dilaksanakan secara sederhana tanpa ritual khusus, yasinan, tahlil, dan ziarah yang dilakukan secara massal memberikan makna yang mendalam bagi masyarakat.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat nilai kekeluargaan.
Pemerintah desa bersama masyarakat pun berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari warisan budaya religi dan kearifan lokal yang menjadi identitas Desa Gunung Selan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




