Pariwisata Bengkulu Awal 2026 Lesu, Perjalanan Wisnus Turun 2,68 Persen
Pantai Panjang, salah satu ikon wisata Bengkulu-FOTO RIO S-
BENGKULUEKSPRESS.COM – Industri pariwisata Provinsi Bengkulu mengawali tahun 2026 dengan catatan kurang menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu melaporkan adanya kelesuan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) selama periode Januari 2026.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir. Win Rizal, ME, mengungkapkan bahwa jumlah perjalanan wisnus ke Bengkulu pada Januari 2026 mencapai 624.011 perjalanan. Meski secara volume terlihat besar, angka ini mencatatkan penurunan sebesar 2,68 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 641.184 perjalanan.
Fakta menarik yang terungkap adalah pariwisata Bengkulu masih sangat bergantung pada mobilitas warga lokal. Dari total perjalanan tersebut, sebanyak 75 persen merupakan pergerakan wisatawan dari dalam Provinsi Bengkulu sendiri, sementara pelancong dari luar provinsi hanya menyumbang 25 persen.
"Jadi 75 persen itu merupakan warga lokal Bengkulu yang bepergian di dalam daerah," terang Win Rizal, Selasa (3/3).
BACA JUGA:Momen Berbagi di Depan Mapolres, 100 Takjil Disiapkan untuk Pengendara yang Melintas
BACA JUGA:Tak Hanya Berbagi Takjil, Kejari Bengkulu Utara Sosialisasi Budaya Anti Korupsi ke Pengendara
Dilihat dari tujuan perjalanan, Kota Bengkulu tetap menjadi magnet utama dengan mencatatkan 242.445 perjalanan. Sebaliknya, performa terendah dialami oleh Kabupaten Lebong yang hanya mencatatkan 17.273 perjalanan.
- Pertumbuhan Tertinggi: Kabupaten Bengkulu Utara naik 5,82 persen secara bulanan.
- Pertumbuhan Terendah: Kabupaten Bengkulu Tengah naik tipis 0,01 persen.
- Penurunan Terdalam: Kabupaten Lebong merosot 3,75 persen, disusul Kabupaten Kepahiang yang turun 1,05 persen.
Sektor akomodasi juga mengalami tekanan. Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada Januari 2026 tercatat hanya 1,18 malam, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu maupun Desember 2025.
Untuk tamu mancanegara (asing), rata-rata lama menginap di hotel berbintang mencapai 1,41 malam dan non-bintang 1,34 malam. Sedangkan tamu domestik rata-rata hanya menginap 1,18 malam di hotel berbintang dan 1,11 malam di hotel non-bintang.
Win Rizal berharap ke depan ada strategi peningkatan daya tarik wisata agar kunjungan dari luar provinsi dapat terdongkrak dan lama menginap tamu semakin meningkat.(**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


