HONDA BANNER

MCB Meledak, Rumah Dinas Bupati Bengkulu Selatan Nyaris Diamuk Si Jago Merah

MCB Meledak, Rumah Dinas Bupati Bengkulu Selatan Nyaris Diamuk Si Jago Merah

MCB Meledak, Rumah Dinas Bupati Bengkulu Selatan Nyaris Diamuk Si Jago Merah--

KOTA MANNA, BENGKULUEKSPRESS.COM – Situasi tenang di Rumah Dinas Bupati Bengkulu Selatan, kawasan Pasar Baru, Kota Manna, mendadak berubah tegang pada Senin sore (23/2/2026). Percikan api muncul dari box Miniature Circuit Breaker (MCB), memicu kebakaran yang mengancam instalasi listrik dan bangunan utama kediaman dinas tersebut.

Beruntung, respons sigap dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bengkulu Selatan berhasil mencegah api meluas, sehingga aset penting milik pemerintah daerah tersebut tetap aman.

Kepala Satpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan, Efredy Gunawan, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa laporan diterima dari anggota Satpol PP yang berjaga pada pukul 16.48 WIB. Tanpa membuang waktu, tim pemadam langsung meluncur ke lokasi kejadian.

“Setelah menerima laporan, tim kami langsung bergerak dengan response time hanya lima menit. Kami mengerahkan 15 personel dan dua unit mobil operasional ke kediaman Bupati,” ujar Efredy.

Setibanya di lokasi, petugas segera mengisolasi area MCB yang terbakar. Efredy menjelaskan bahwa api berhasil dikendalikan menggunakan media pasir. Penggunaan pasir dinilai lebih efektif dan aman untuk memutus arus api pada instalasi listrik dibandingkan menggunakan air secara langsung.

BACA JUGA:BKPSDM Kota Bengkulu Perpanjang Pendaftaran Lelang Jabatan hingga 2 Maret 2026

BACA JUGA:Puluhan Transaksi Rekening Pribadi Terungkap, Sidang Korupsi Tambang Rp1,8 Triliun Makin Panas

Berdasarkan analisis petugas, insiden ini dikategorikan sebagai Kebakaran Kelas C, yakni kebakaran yang dipicu oleh kegagalan instalasi listrik (korsleting).

“Tidak ada korban luka-luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian material diperkirakan hanya sekitar Rp2 juta karena api tidak sempat merambat ke bangunan,” tambahnya.

Setelah api dipadamkan, petugas melakukan penyisiran menyeluruh (overhaul) untuk memastikan tidak ada titik panas (hot spot) yang tersisa di kabel instalasi. Setelah situasi dinyatakan aman terkendali, personel kembali ke Pos Damkar Padang Panjang.

Efredy menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pengingat bagi pengelola gedung pemerintah maupun masyarakat umum untuk rutin memeriksa kelaikan instalasi listrik.

“Pencegahan adalah kunci. Kami pastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara profesional dan cepat guna meminimalisir risiko kerugian yang lebih besar,” pungkasnya.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: