HONDA BANNER

Bulog Bengkulu Jamin Stok 11 Ribu Ton Beras Aman, Sidak Pasar Awasi Harga Jelang Ramadan–Lebaran 2026

Bulog Bengkulu Jamin Stok 11 Ribu Ton Beras Aman, Sidak Pasar Awasi Harga Jelang Ramadan–Lebaran 2026

Bulog Bengkulu Jamin Stok 11 Ribu Ton Beras Aman, Sidak Pasar Awasi Harga Jelang Ramadhan–Lebaran 2026-IST-

BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM - Menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026, Perum Bulog memperketat pengawasan pasar melalui inspeksi mendadak (sidak) serentak di berbagai daerah. Di Provinsi Bengkulu, langkah ini difokuskan untuk memastikan harga tetap stabil serta stok beras dan Minyakita tersedia cukup selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Bengkulu, Dody Syahrial, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan langsung ke pasar tradisional hingga pasar induk. Jajaran kantor wilayah dan kantor cabang dikerahkan untuk memantau pergerakan harga sekaligus memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan.

Menurut Dody, saat ini ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bengkulu berada dalam kondisi aman. Total stok yang dikuasai mencapai lebih dari 11 ribu ton setara beras. Rinciannya, beras sebanyak 10.729.895 kilogram, gabah 927.619 kilogram atau setara 463.809 kilogram beras, sehingga total keseluruhan mencapai 11.193.704 kilogram setara beras.

“Stok sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran. Kami juga mengantisipasi lonjakan permintaan dengan mempercepat distribusi,” ujarnya.

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Siapkan Operasi Pasar Murah, Tekan Lonjakan Harga Pangan

BACA JUGA:Target PBB 2026 Naik Rp32 Miliar, Bapenda Kota Bengkulu Siap Jemput Bola

Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan minyak goreng rakyat merek Minyakita. Saat ini, stok Minyakita di gudang Kanwil Bengkulu tercatat sebanyak 469.083 liter. Penyalurannya dilakukan sesuai ketentuan pemerintah dengan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk menjaga harga tetap terkendali, distribusi Minyakita diterapkan dengan skema langsung dari gudang Bulog ke pasar. Pola ini dilakukan guna memangkas rantai distribusi dan mencegah potensi permainan harga di tingkat pedagang.

Di sisi lain, Bulog Kanwil Bengkulu turut memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, dan instansi terkait. Sinergi ini diarahkan untuk mengantisipasi spekulasi harga maupun praktik penimbunan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Pengawasan tidak hanya dilakukan selama Ramadhan, tetapi juga akan berlanjut hingga pasca-Lebaran. Bulog memastikan monitoring berkala tetap berjalan demi menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.

Dengan langkah tersebut, Bulog berharap masyarakat dapat menjalani Ramadhan dan Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan pokok.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: