HONDA BANNER

Tawuran Remaja Pecah di 3 Titik Kota Bengkulu, Satu Pelajar Dikeroyok

Tawuran Remaja Pecah di 3 Titik Kota Bengkulu, Satu Pelajar Dikeroyok

Polsek Ratu Samban, petugas mengamankan tiga remaja yang seluruhnya masih di bawah umur. --

BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM – Aksi tawuran remaja di Kota Bengkulu kian memprihatinkan selama awal Ramadan 1447 Hijriah. Dalam dua malam berturut-turut, Kamis (19/2) hingga Jumat (20/2), bentrokan pecah di tiga lokasi berbeda: kawasan SPBU Merapi Raya, Simpang 5 Ratu Samban, dan Jalan KZ Abidin.

Fenomena yang kerap disebut "perang sarung" ini kini bertransformasi menjadi aksi brutal. Sarung yang dibawa para remaja telah dimodifikasi dengan simpul keras di bagian ujung agar dapat melukai lawan. Puncaknya, seorang pelajar berinisial WN (16) menjadi korban pengeroyokan di depan SPBU Merapi Raya.

WN, warga Kelurahan Dusun Besar, dikeroyok saat dalam perjalanan pulang usai menunaikan salat Tarawih di Masjid At-Taqwa Anggut. Menurut keterangan orang tuanya, korban yang saat itu berboncengan tiga sempat berhenti untuk menunggu tawuran mereda.

Namun, saat mencoba melintas, sekelompok remaja justru mengejar mereka. Motor yang dikendarai korban terjatuh saat berbelok, dan WN langsung menjadi sasaran pengeroyokan. Akibatnya, korban menderita luka di wajah dan kepala, pergelangan tangan terkilir, serta pembengkakan di bagian punggung. Kasus ini kini ditangani intensif oleh Polresta Bengkulu.

BACA JUGA:BKD Provinsi Bengkulu Ajukan Izin Seleksi Terbuka Ulang ke BKN

BACA JUGA:Diduga Gelapkan Dana Umroh Rp60 Juta, Kepala Cabang Travel Dilaporkan ke Polda Bengkulu

Sementara itu, Polsek Ratu Samban berhasil mengamankan tiga remaja di bawah umur yang terlibat tawuran. Karena tidak adanya laporan resmi dari korban di wilayah tersebut, ketiganya dipulangkan kepada orang tua masing-masing.

“Tiga remaja yang kami amankan sudah dikembalikan kepada orang tuanya setelah dibuatkan surat perjanjian, karena mereka masih di bawah umur,” ujar Kapolsek Ratu Samban.

Selain pengeroyokan, informasi di lapangan menyebutkan adanya insiden sepeda motor yang terbakar di lokasi tawuran lainnya. Namun, minimnya laporan resmi dari masyarakat menjadi kendala bagi kepolisian dalam melakukan penegakan hukum.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait