Dinas Ketahanan Pangan Pantau Lonjakan Harga Ayam di Bengkulu Selatan
Pedagang ayam di salah satu pasar di Bengkulu Selatan-FOTO RENALD-
KOTA MANNA, BENGKULUEKSPRESS.COM – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Selatan mencatat lonjakan harga sejumlah bahan pokok pada awal Ramadan 1447 Hijriah. Komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan adalah daging ayam potong, yang kini menyentuh angka Rp45 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram di Pasar Ampera, Kota Manna.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bengkulu Selatan, Haroni SP, mengungkapkan kenaikan ini ditemukan setelah tim gabungan melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan stabilitas harga selama bulan suci.
“Dari hasil pantauan, yang paling melonjak adalah daging ayam, sudah Rp45 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya sekitar Rp40 ribu per kilogram,” ujar Haroni, Jumat (20/2).
Haroni menjelaskan, fenomena kenaikan harga di awal Ramadan merupakan siklus tahunan. Hal ini dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat untuk kebutuhan konsumsi awal puasa, sementara pasokan di tingkat pedagang belum mengalami penambahan signifikan.
“Biasanya memang ada kecenderungan harga naik saat awal Ramadan. Walaupun nanti sempat turun, kemungkinan menjelang Hari Raya Idul Fitri harga akan kembali naik,” ungkapnya.
Selain daging ayam, beberapa komoditas lain turut merangkak naik namun masih dalam batas terkendali. Cabai berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, daging sapi mengalami kenaikan tipis, dan beras harganya relatif stabil dengan ketersediaan stok yang aman.
BACA JUGA:Polisi Jaga Ketat Jalur Curup–Lubuk Linggau, Cegah Begal dan Ranjau Paku
BACA JUGA: Hari Pertama Ramadan, Bapanas Turun Langsung Pastikan Harga Pangan Bengkulu Selatan Aman
Guna mengantisipasi lonjakan yang lebih tinggi, Dinas Ketahanan Pangan akan melakukan monitoring berkala. “Harga akan kembali stabil jika stok sudah mencukupi. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar kondisi tetap terkendali,” tegas Haroni.
Sebagai solusi konkret, Pemkab Bengkulu Selatan tengah menyiapkan program Pangan Murah selama Ramadan. Program ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi di pasar tradisional.
Haroni juga mengimbau masyarakat agar berbelanja dengan bijak dan tidak melakukan penimbunan bahan pokok, karena tindakan tersebut dapat memicu kelangkaan serta lonjakan harga yang lebih ekstrem.(**)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


