HONDA BANNER

SPLP Terbit, Empat Warga Bengkulu Korban Dugaan TPPO di Kamboja Segera Dipulangkan

SPLP Terbit, Empat Warga Bengkulu Korban Dugaan TPPO di Kamboja Segera Dipulangkan

Usin Abdisyah--

BENGKULUEKSPRESS.COM - Kabar menggembirakan datang bagi keluarga empat warga Bengkulu yang sebelumnya terdampar di Kamboja akibat dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Keempatnya kini telah mengantongi Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh sebagai syarat administrasi untuk kembali ke Tanah Air.

Informasi tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, SH, Minggu (15/2/2026).

“Alhamdulillah, keempat warga kita yang saat ini masih berada di Kamboja sudah menerima SPLP dari KBRI Phnom Penh. Ini menjadi langkah penting untuk proses pemulangan mereka,” ujar Usin.

Menurutnya, setelah dokumen perjalanan diterbitkan, tahapan selanjutnya adalah menunggu kepastian jadwal pemulangan dari pihak KBRI, termasuk pengaturan tiket penerbangan menuju Indonesia.

“Sekarang kita tinggal menunggu pengumuman resmi terkait jadwal kepulangan dan tiketnya. Nanti keempat warga tersebut akan diberi informasi langsung oleh KBRI,” jelasnya.

Di sisi lain, keluarga para korban juga berencana melakukan koordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Bengkulu untuk membahas kemungkinan dukungan pembiayaan tiket. Berdasarkan informasi yang diterima, koordinasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2026.

BACA JUGA:Operasi Terpadu di Ratu Agung, Pemkot Bengkulu Sasar Prostitusi Online Tekan Lonjakan HIV/AIDS

BACA JUGA:Kejati Bengkulu Finalisasi Tuntutan Kasus Aset PTM dan Mega Mall, Kerugian Negara Fantastis

Usin memperkirakan, apabila seluruh proses administrasi dan pemesanan tiket berjalan lancar, keempat warga Bengkulu tersebut berpotensi dipulangkan pada 25 atau 26 Februari 2026.

“Namun kita tetap menunggu kepastian resmi. Kalau semua sudah final, tentu masyarakat Bengkulu akan segera mendapatkan kabar,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak KBRI bersama Pemerintah Kamboja mengambil langkah ekstra hati-hati dalam proses pemulangan. Tiket penerbangan diwajibkan tanpa transit guna mencegah potensi penyimpangan rute atau risiko lain di perjalanan.

“Penerbangan direncanakan langsung (direct) dari Bandara Internasional Phnom Penh menuju Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Ini untuk memastikan keamanan dan kepastian mereka benar-benar tiba di Indonesia,” tegas Usin.

Diketahui, empat warga Bengkulu tersebut yakni Imron, Ardi, Deni Febriansyah, dan Engga. Mereka sebelumnya dijanjikan pekerjaan di Vietnam dengan iming-iming gaji tinggi. Namun setibanya di luar negeri, mereka justru diduga diselundupkan ke Kamboja dan dipaksa bekerja sebagai operator penipuan judi daring.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: