HONDA BANNER

Jelang Ramadan, Satgas Pangan Bengkulu Perketat Pengawasan Harga di Pasar dan Ritel

Jelang Ramadan, Satgas Pangan Bengkulu Perketat Pengawasan Harga di Pasar dan Ritel

Ramadan, Satgas Pangan Bengkulu Perketat Pengawasan Harga di Pasar dan Ritel-IST-

KOTA BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM - Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Provinsi Bengkulu Tahun 2026 meningkatkan intensitas pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Bengkulu.

Tim gabungan yang dikomandoi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Bengkulu, Kombes Pol Aris Tri Yunarko, melakukan pengecekan langsung ke pasar tradisional, pasar modern, gerai ritel, hingga minimarket. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga serta memastikan distribusi pangan tetap lancar.

Dalam rapat analisa dan evaluasi di Gedung Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kamis (12/2/2026), Kombes Pol Aris menyampaikan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok masih dalam kondisi terkendali. Namun, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan dan masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).

“Secara umum harga relatif terkendali. Tetapi untuk cabai merah dan cabai rawit merah memang masih berada di atas HAP,” ujarnya.

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu dan Baznas Salurkan Santunan untuk 65 Lansia di Panti Tresna Werdha

BACA JUGA:Aan Julianda Resmi Pimpin DPD AMPI Bengkulu, Siap Cetak Kader Golkar Hadapi Agenda Politik 2029

Kenaikan harga tersebut dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. Lonjakan kebutuhan yang terjadi secara bertahap di sejumlah daerah turut memengaruhi fluktuasi harga di tingkat pasar.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga cabai merah di Kota Bengkulu tercatat mencapai Rp62.500 per kilogram. Sementara di Kabupaten Seluma, harga cabai merah berkisar antara Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Untuk komoditas daging sapi segar, harga di beberapa wilayah berada pada kisaran Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, tergantung lokasi dan pasokan.

Meski demikian, Satgas memastikan sejumlah komoditas lainnya seperti minyak goreng, gula, dan ayam potong masih dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun HAP yang berlaku di Provinsi Bengkulu.

Dalam menjaga stabilitas harga, Satgas bersinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, serta dinas terkait untuk melakukan langkah pengendalian, termasuk pengawasan distribusi dan stok di lapangan. Upaya ini juga bertujuan mencegah potensi penimbunan maupun praktik permainan harga.

Satgas mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak terkendali.

Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok agar kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan tetap terpenuhi.(**)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: